Langsung ke konten utama

Yang tertulis

SERANGKAIAN KEBETULAN

Jajaran kereta masa lalu yang sudah berhenti ditepian rel berkarat yang mendominasi. Sebuah kebetulan yang masih berkembangbiak mencakup masa lalu yang tak kunjung henti. Takdir yang menyamar sebagai kebetulan membuat semua menjadi tersakiti. Kebetulan yang kata orang adalah bagian dari cerita seseorang. Membuat saya bimbang tak karuan. Jelas, bagaimana mungkin setiap pikiran yang terlintas dalam benak saya menjadi kenyataan. Kenyataan yang membuat saya bertanya-tanya apa maksud semua yang ada didepan.  Tak ingin berharap dan menaruh rasa ekspetasi yang terlalu tinggi, saya memilih untuk menjalaninya. Dan berkecamuk dalam ilusi imajinasi yang tak bisa di rubah aturannya. Katanya kebetulan sebenarnya penyamaran, tapi apa sebuah kebetulan namanya jika terjadi berulang. Contohnya seperti ini, tak sengaja pikiran saya memikirkan kalian yang sedang bertatap layar handphone dan tak lama, itu terjadi. Lalu sebulan kemudian, saya memikirkan yang berbeda dan itu terjadi lagi, pada orang yan...

TAHUN YANG SERU (sudutpandang/bukan)


Terlalu banyak masalah di tahun ini.

Tahun ini seakan adalah sesuatu yang memang sudah Tuhan atur dengan tujuan yang manusia tak tau apa itu. Seperti kertas kertas tua bertuliskan huruf kuno yang bertebaran dilangit, dan tak bisa dipahami apalagi digapai oleh manusia lugu. Wajar saja, mungkin tahun ini merupakan peringatan bagi banyaknya orang awam yang berdiri, khususnya di negeri samudera biru. Tapi masih banyak yang belum sadar apa yang mereka harus pelajari pada tahun yang penuh sendu.

Mari kita renungkan bersama, dari awal tahun dasarnya memang sudah tidak terlihat bagus, ya. Mulai dari munculnya serangan mikrob alit tak terduga yang menyebabkan banyak kematian, masalah perdebatan antara rakyat dengan pejabat, lalu masalah truk proyek di pulau komodo, setelah itu komplikasi polisi dengan sebuah organisasi, sampai korupsi yang tengah merajalela. Terlalu banyak jika dibahas satu per satu secara mendalam, karena memakan waktu yang lama. Dan belum tentu diizinkan untuk bersuara.

Tapi mengapa, masalah ini seakan terencana secara rapi. Dengan adanya mikrob yang bertebaran dimana-mana, yang merembet ke segala aspek di negeri ini, khususnya dibidang ekonomi. Membuat rakyat kecil menjadi korban atas segenap perantara yang terdeteksi. Kenapa masih banyak yang mementingkan diri sendiri dibandingkan kepentingan yang menyangkut orang banyak di negeri ini. Saya masih tidak mengerti, apa sebab hal ini terus terjadi. Saya tau memang sulit untuk menetapkan diri pada satu titik dimana titik tersebut dikelilingi orang banyak. Tapi itulah tugas kalian, kalau tidak sanggup, biarlah generasi lain menggantikan posisi.

Minimnya kurva dari berbagai aspek yang ada. Menjadikan rakyat kecil semakin kebingungan, sebenernya bagaimana cara kerja di negeri ini. Ditengah susahnya bertahan disituasi yang begitu banyak perdebatan, ternyata masih saja ada yang mengambil kesempatan. Tak memikirkan bagaimana tulisan nasib para rakyat. Mungkin mereka tidak merasa menindas, tapi yang dibawah sini merasakan rasanya tertindas.

Tolonglah kami, para penjunjung negeri ini. Yang katanya ingin mensejahterakan kami. Jangan kecewakan kami dan buatlah satu masalah tuntas di hadapan kami. Dan tuntaskan masalah lain secara adil dan tidak memihak para petinggi. Saya percaya, masih ada yang baik dan peduli. Tiada harapan yang pupus jika diselingi kepercayaan yang membangun kami.

Saya tak menulis hanya untuk kalian. Tapi saya juga tau, saya masih banyak kurang tentang persoalan yang mencakup banyak orang.

Hanya sebuah tamparan, semoga bisa dijadikan pemikiran.

Komentar

Terbanyak dibaca