Yang tertulis

SERANGKAIAN KEBETULAN


Jajaran kereta masa lalu yang sudah berhenti ditepian rel berkarat yang mendominasi. Sebuah kebetulan yang masih berkembangbiak mencakup masa lalu yang tak kunjung henti. Takdir yang menyamar sebagai kebetulan membuat semua menjadi tersakiti.

Kebetulan yang kata orang adalah bagian dari cerita seseorang. Membuat saya bimbang tak karuan. Jelas, bagaimana mungkin setiap pikiran yang terlintas dalam benak saya menjadi kenyataan. Kenyataan yang membuat saya bertanya-tanya apa maksud semua yang ada didepan. 


Tak ingin berharap dan menaruh rasa ekspetasi yang terlalu tinggi, saya memilih untuk menjalaninya. Dan berkecamuk dalam ilusi imajinasi yang tak bisa di rubah aturannya.

Katanya kebetulan sebenarnya penyamaran, tapi apa sebuah kebetulan namanya jika terjadi berulang. Contohnya seperti ini, tak sengaja pikiran saya memikirkan kalian yang sedang bertatap layar handphone dan tak lama, itu terjadi. Lalu sebulan kemudian, saya memikirkan yang berbeda dan itu terjadi lagi, pada orang yang sama.

Saya tidak tau ini namanya kebetulan, atau memang ada sesuatu yang terikat di antara kami, hanya takdir yang memahami. Saya hanya pemain yang mengikuti skenario ini. Saya terus menggali dengan keras, tapi masih tidak menemukan jawaban. Saya kira, ini hanyalah pikiran saya saja yang terlalu perah otak. Rasa penasaran terus menghantui saya. 

Ini perihal seseorang yang saya kagumi dari tahun lalu sampai sekarang. Dan kebetulan itu masih terus berlangsung. Ah, mungkin hanya kebetulan, pikir saya setiap hal itu terjadi.

Sudut pandang saya tentang ini, kebetulan memang sebuah takdir yang menyamar. Saya mengakui itu.  Tentang kebetulan yang terus berulang, saya tidak bisa memastikan itu. Apa artinya, kenapa, dan mengapa itu terjadi, saya juga tidak paham. Tapi saya yakin, semuanya hanya menunggu waktu, membongkar arti dari semuanya, tak tau ada hubungannya atau tidak. Kalau pun tidak, berarti itu hanyalah sebuah prasangka pada orang yang sama dimana seharusnya terjadi, dan tak ada hubungan antara apapun itu.

Bermandikan sejuta tanya yang melebur tak berarah. Saya yakin, tak lama juga saya akan lupa tentang semua kebetulan yang berarah. Dan saya yakin semua ini memang cuma kebetulan dan memang tidak mencakup siapapun. Saya akan melupakan semua ini dan meredakan harapan saya yang terlalu tinggi. 

Saya akan lupa. Dan jika memang sudah terjawab. Saya pastikan, saya membaca tulisan ini lagi, dan membuatnya menjadi lembaran baru, entah dengan cerita yang sama atau cerita yang berbeda.


Hujan di Bogor,2020
23.00

Komentar

Terbanyak dibaca