Langsung ke konten utama

Yang tertulis

SERANGKAIAN KEBETULAN

Jajaran kereta masa lalu yang sudah berhenti ditepian rel berkarat yang mendominasi. Sebuah kebetulan yang masih berkembangbiak mencakup masa lalu yang tak kunjung henti. Takdir yang menyamar sebagai kebetulan membuat semua menjadi tersakiti. Kebetulan yang kata orang adalah bagian dari cerita seseorang. Membuat saya bimbang tak karuan. Jelas, bagaimana mungkin setiap pikiran yang terlintas dalam benak saya menjadi kenyataan. Kenyataan yang membuat saya bertanya-tanya apa maksud semua yang ada didepan.  Tak ingin berharap dan menaruh rasa ekspetasi yang terlalu tinggi, saya memilih untuk menjalaninya. Dan berkecamuk dalam ilusi imajinasi yang tak bisa di rubah aturannya. Katanya kebetulan sebenarnya penyamaran, tapi apa sebuah kebetulan namanya jika terjadi berulang. Contohnya seperti ini, tak sengaja pikiran saya memikirkan kalian yang sedang bertatap layar handphone dan tak lama, itu terjadi. Lalu sebulan kemudian, saya memikirkan yang berbeda dan itu terjadi lagi, pada orang yan...

DITUNTUT DEWASA

Bulan kelahiran sudah datang, masih belum berubah, masih sama seperti saya yang lain. 

Tak berharap banyak di bulan ini. Masalahnya, harapan beberapa bulan lalu saja masih belum terterapkan. Mana mungkin menambah harapan baru yang belum tentu akan tumbuh. Setiap manusia pasti punya banyak kenginan saat di hari terindah mereka. Tapi tak apa, mungkin memang sudah jalannya seperti ini.

Sebenarnya banyak yang belum saya pahami di dunia ini. Dari hal terkecil apalagi sampai yang terbesar. Tapi di banyak bulan yang saya lewati dengan masalah tak kunjung henti, saya banyak belajar, memaksa untuk menangkap. Inginnya kecil saja, tak mengerti apapun soal kehidupan yang jika dipikirkan itu begitu rumit.

Belum menemukan bahagia sesungguhnya sampai sekarang. Belum mengerti maksud dari definisi bahagia.

Saya dituntut dewasa oleh bumi. Berputar tapi masih dengan putaran yang sama. Ingin melangkah tapi tak tau arah. Bertanya tapi tak masuk akal, dengan bumi saya yang kosong. Sudah tau sedari dulu, saya masih takut untuk mulai bertumpu. Bahkan seseorang yag mengajak saya untuk berpindah halaman saja malah pergi ke buku yang lain. Dan bulan ini dengan bulan yang lain, tak ada yang berubah.

Mungkin ada satu harapan yang setiap bulan selalu saya mantapkan. Di anggap penting, berharga dan ada disini bersama saya dengan orang-orang yang saya sayangi, ya itu yang saya inginkan, hanya itu. Tidak perlu meja panjang berbalut kain mewah, dekorasi balon emas, meja bundar di sekeliling ruangan, ataupun sebuah kue megah dan aneka makanan yang terhidang. Yang saya perlukan hanya setiap manusia yang saya sayangi berada tepat di depan saya.

Saya sudah lupa bagaimana rasanya. Demi apapun, saya rindu dia, mereka dan kita. Saya juga ingin seperti yang lain, diprioritaskan, oleh yang saya sayang. Tapi rasanya tak mungkin, tak pernah merasakan. Ketidakmungkinan adalah kata ke pas an.

Dewasa itu banyak sebabnya, tapi saya belum sanggup seumpama disuruh untuk dewasa sendirian. Tak masuk akal memang. Tapi ini saya, dengan kenginan aneh yang saya punya.

Komentar

Terbanyak dibaca