Semakin merajalela saja penipuan akhir-akhir ini. Penipuan yang selalu jadi kekhawatiran ratusan ribu orang di negeri yang kita cintai. Begitu banyak sampai tak terhitung jumlahnya.
Saya sadar, penipuan itu dikarenakan kurangnya ke hati-hatian dalam menjalani sebuah company dan sejenisnya. Tapi setelah saya pelajari lebih lanjut, ternyata penipuan bisa juga karena kurangnya kita memahami, memprediksi, dan melihat secara luas tentang apa yang terjadi di luar kendali.
Terhadap mereka yang berani mengambil resiko sebesar ini. Saya perkenankan tulisan saya. Kalian yang sudah berhasil mengambil hak orang lain demi kepentingan pribadi, saya peringatkan untuk siap menerima balasannya. Tuhan adil dalam memberi karma, sekarang kalian berbahagia di dunia, suatu saat nanti akan ada gilirannya untuk kalian sengsara di alam baka. Ini bukan lah suatu omongan belaka. Dan saya serius mengatakannya.
Secepat mungkin minta maaf pada Yang Maha Kuasa. Tapi saya tak tahu akan di ampuni atau tidak. Dosa yang menyebabkan banyak air mata. Dosa yang membuat anda akan terjerumus dalam penjara api neraka. Yang membuat anda akan tau rasa pedihnya air yang menetes disebabkan oleh perlakuan menyesalkan kalian terhadap banyak manusia. Derita yang ditanggung akan cepat merambat ke para penipu seperti kalian.
Saya berkata seperti ini, agar kalian tidak sampai terjerumus ke dalam lubang hitam yang menyesatkan. Dan untuk kalian teruslah berhati-hati akan semua yang datang kepada kalian. Jangan mudah percaya terhadap orang yang ada disekeliling kalian, sekalipun itu adalah orang yang sangat kalian percaya. Kadang, yang paling bisa menyakiti kalian itu orang terdekat. Pernah merasakan, menjadi salah satu korban, saya yakin ada yang sedang merasakan. Saya bukan mendoakan para penipu akan mendapat balasan, saya menulis ini agar kalian sadar.
Balasan tak perlu didoakan, cukup didiamkan. Dan bumi akan berputar pada porosnya. Yang bawah akan diatas dan yang atas juga akan merasakan dibawah. Kunci semua itu ada di diri kalian. Kalian akan berusaha? menikmati? atau mendiamkan?. Tergantung kalian. Hidup ini yang menjalani adalah kalian. Pilihan, salah satu dari cara kerja takdir. Dan Tuhan yang mengerjakan takdir itu.
Komentar
Posting Komentar