Langsung ke konten utama

Yang tertulis

SERANGKAIAN KEBETULAN

Jajaran kereta masa lalu yang sudah berhenti ditepian rel berkarat yang mendominasi. Sebuah kebetulan yang masih berkembangbiak mencakup masa lalu yang tak kunjung henti. Takdir yang menyamar sebagai kebetulan membuat semua menjadi tersakiti. Kebetulan yang kata orang adalah bagian dari cerita seseorang. Membuat saya bimbang tak karuan. Jelas, bagaimana mungkin setiap pikiran yang terlintas dalam benak saya menjadi kenyataan. Kenyataan yang membuat saya bertanya-tanya apa maksud semua yang ada didepan.  Tak ingin berharap dan menaruh rasa ekspetasi yang terlalu tinggi, saya memilih untuk menjalaninya. Dan berkecamuk dalam ilusi imajinasi yang tak bisa di rubah aturannya. Katanya kebetulan sebenarnya penyamaran, tapi apa sebuah kebetulan namanya jika terjadi berulang. Contohnya seperti ini, tak sengaja pikiran saya memikirkan kalian yang sedang bertatap layar handphone dan tak lama, itu terjadi. Lalu sebulan kemudian, saya memikirkan yang berbeda dan itu terjadi lagi, pada orang yan...

INDONESIA BERPESAN (sudutpandang/bukan)


Baik-baik saja hari ini?. 

Alhamdulilah.

Tapi saya lihat negeri tercinta kita yang sedang tidak baik-baik saja ya.

Saya tau, saya bukan orang yang sangat pandai jika berbincang tentang segala kebijakan mengenai politik, hukum atau apapun itu bentuknya.Tapi saya juga ingin bersuara. Saya tau saya masih kecil. Tapi apa saya salah karena ingin berpendapat?. Apa saya salah jika peduli terhadap negeri ini?. Apa saya salah jika ingin membela rakyat?.

Heboh sekali dunia maya perihal RUU dari para petinggi dan pejabat negeri, yang katanya sudah disahkan pada 5 Oktober lalu. Bukankah kami disuruh diam di rumah untuk menjaga diri, membasmi pandemi dalam negeri?. Tapi mengapa, hal-hal yang mengandung unsur kebijakan dan berbau politik masih tetap dihadiri?. Mengapa tidak ditunda dulu sih?. Di saat kami sedang khawatir mencegah diri dari penyakit berkelas. Kenapa tiba--tiba saja, sudah banyak media yang menginformasikan ketetapan ini. Padahal banyak hal kontroversial, yang saya baca dari beberapa link informasi.

Saya bukan lah yang paling mengerti. Saya sudah bilang, ini hanya lah suara saya sebagai salah satu rakyat. Saya hanya ingin berkata, sebuah negara hebat itu dibaliknya terdapat kerja keras para pemimpin yang di semangati dan di percaya oleh rakyatnya. Namun, kenapa rakyat malah dibuat tak percaya dengan kekuasaan mereka di atas. Yang terjadi ini bukanlah salah rakyat karena kalian pikir, mereka tidak mengerti. Justru mereka peduli, mengahayati apa saja yang terjadi di negeri ini.

Demokrasi adalah istilah politik yang berarti pemerintahan rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Katanya demokrasi, tapi mengapa suara kami dibungkam dan disuruh bubar dengan alasan virus yang beredar?. Kenapa seseorang tak didengarkan saat akan berpendapat yang berurusan dengan rakyat?. Bukankah pendapat seseorang itu harus dihargai, dihormati dan dipertimbangkan kembali?. Dipikir secara matang. Yang mengandung rakyat terutama kan.

Banyak sekali pertanyaan yang ingin saya tanyakan pada anda sekalian. Saya hanya berpesan, kakak-kakak kami sekarang sedang berusaha menegakan keadilan dibawah doa kami yang selalu menyertai mereka. Kami tak bisa bertindak banyak, tapi kakak-kakak kami yang akan mewakili. Kami percaya pada mereka, mereka tidak akan mengecewakan rakyat kecil. Seperti kalian yang mengecewakan kami.

Negeri ini butuh sosok seseorang yang bukan peduli hanya pada dirinya sendiri. Tapi kami butuh pemimpin yang bisa mengerti lembaran-lembaran keluh kesah kami, bait puisi yang melontarkan suara kami, dan lagu yang dikumandangkan oleh kami dibawah para petinggi. Kami hanya ingin di dengar. Merasakan keadilan seperti layaknya rakyat yang di segani kalian yang sedang duduk dan berkoar disana. Tolong dengar, pahami, dan rasakan jadi kami.

Sekian dari saya, yang masih belum tau apa-apa, hanya takut negara kita kenapa-kenapa.

Komentar

Terbanyak dibaca