Langsung ke konten utama

Yang tertulis

SERANGKAIAN KEBETULAN

Jajaran kereta masa lalu yang sudah berhenti ditepian rel berkarat yang mendominasi. Sebuah kebetulan yang masih berkembangbiak mencakup masa lalu yang tak kunjung henti. Takdir yang menyamar sebagai kebetulan membuat semua menjadi tersakiti. Kebetulan yang kata orang adalah bagian dari cerita seseorang. Membuat saya bimbang tak karuan. Jelas, bagaimana mungkin setiap pikiran yang terlintas dalam benak saya menjadi kenyataan. Kenyataan yang membuat saya bertanya-tanya apa maksud semua yang ada didepan.  Tak ingin berharap dan menaruh rasa ekspetasi yang terlalu tinggi, saya memilih untuk menjalaninya. Dan berkecamuk dalam ilusi imajinasi yang tak bisa di rubah aturannya. Katanya kebetulan sebenarnya penyamaran, tapi apa sebuah kebetulan namanya jika terjadi berulang. Contohnya seperti ini, tak sengaja pikiran saya memikirkan kalian yang sedang bertatap layar handphone dan tak lama, itu terjadi. Lalu sebulan kemudian, saya memikirkan yang berbeda dan itu terjadi lagi, pada orang yan...

VIRUS LANGKA (sudutpandang/bukan)


Gimana masih dirumah ajakan hari ini?

Jangan lupa memastikan protokol kesehatan dilaksanakan sebelum keluar rumah. Biasakan dari sekarang. Jadikan rutinitas. Agar kita segera terlepas dari pandemi berkelas.

Kalian pasti sudah tau kan, mengapa dunia resah tahun ini?. Fenomenal yang luar biasa terjadi. Kelangkaan virus corona semakin menjadi. Yang tadinya hanya melibatkan satu negara. Menjadi imbas ke semua negara. Mungkin memang ini salah satu cara Tuhan yang tidak kita ketahui alasannya.

Telah banyak yang saya baca, baik dari berita, maupun media sosial yang beredar luas mengenai virus corona. Virus corona (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang pernapasan. Secara umum, ada 3 gejala yang saya ketahui, demam diatas 38 derajat celcius, batuk kering dan sesak napas.

Saya sedikit bingung dengan pemikiran orang-orang di sekitar saya. Sudah tahu dunia sedang dalam keadaan bahaya yang merenggut banyak nyawa, tapi masih saja ada orang yang tidak mempedulikannya. Tak apa jika tak peduli kondisi tubuh sendiri, karena itu adalah hak. Namun bagaimana dengan kondisi yang ada disekitar kita? Apa kalian tidak merasa bersalah untuk itu?.

Sudahlah, patuhi saja kebijakan yang telah ditentukan. Agar kita semua selamat. Apa susahnya memakai masker, mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri. Apa itu sulit?. Ayolah semua orang di dunia ini sudah letih. Ingin rutinitas kembali berjalan tanpa adanya rasa was-was. Saya kira pun anda merasakan hal yang sama.

Saya sudah bosan berdiam diri di rumah saja, saya juga tahu kalian pun begitu. Kaki sudah terasa gatal ingin melangkah untuk melihat indahnya pepohonan hijau dan terang lampu kota yang biasanya menyala dikerumini oleh banyak orang. Sebagian orang tidak peduli terhadap penyakit ini kan? dan mereka tetap keluar rumah dengan alasan tak betah. Lalu bagaimana nasib para manusia yang sangat mematuhi peraturan untuk melawan virus ini dengan usaha yang digagalkan karena tidak patuhnya para manusia yang lain.

Jujur, saya pun bingung. Tak apa bila hendak keluar rumah untuk beberapa waktu, asal jangan lupa menjaga tubuh kalian dan untuk tetap berhati-hati dijalan.

Berdoa supaya virus langka ini hilang, tapi tidak di barengi usaha. Mau sampai kapan akan terwujud?. Sombong jika kalian memandang 'sudahlah berdoa saja' 'ya liat nanti aja' 'yang penting yakin'. Apa -apaan kalian ini. Ah, saya bingung harus berkata apa lagi untuk manusia yang tak pernah bisa dinasehati. Tolonglah, sedikit direnungkan.

Seharusnya kita sama-sama berjuang melawan semua masalah ini. Bersatu. Bukan hanya menyalahkan, bisanya. Pemerintah dan masyarakat, semuanya harus bersatu. Dan mungkin itu satu-satunya cara.

Semoga kita selalu dalam lindungan. Dan segera bisa mengalahkan dan menyelesaikan kebimbangan yang tengah merajalela di dunia.

Komentar

Terbanyak dibaca